Sabtu, 19 Desember 2020

PESAN SESEPUH KYAI QULYUBI (ROIS SYURIAH PCNU NGANJUK) UNTUK JRA


Petuah Kyai Sepuh Nganjuk, Kyai Qolyubi (Rois Syuriah PCNU Nganjuk), pada acara pembukaan pelatihan Praktisi & Pembentukan Kepengurusan Ruqyah Syar'iyyah ASWAJA Cabang Nganjuk,  Kemarin. Ahad 18 Desember 2016 :

1) Qulhu Sungsang, Qulhu Geni itu Ruqyah Bathilah ( Ruqyah yg tidak diperbolehkan ).

2) Jangan merasa "bangga diri" ketika meruqyah lantas pasien sembuh, itu kesembuhan dari Allah SWT

3) Boleh meruqyah dengan tawasul, sholawat, badawi kubro (Ruqyahnya Gus Miek & Kyai Munawir Krapyak), ayat pembatal sihir, doa2 ma'tsur

4) Ketika meruqyah jangan ada niat membunuh Jin/menyakiti jin meskipun kafir, kita niat berdakwah kpd mereka.

5) Ketika membacakan ayat ruqyah hendaknya hati berdzikir kpd Allah supaya ayat yg kita baca menjadi "Syifa'" bagi Marqi (org yg diruqyah)

6) Jangan mengatakan "Jin ini kuat " dihapan Jin, karena menambah mereka menjadi Sombong + Membesar sebesar Rumah2, tapi cukup ucapkanlah "La Haula Wala Quwwata Illa Billah" mereka akan mengecil dengan Izin Allah.

7) Jangan ada niat selain mencari Ridho Allah, hingga menarif upah Ruqyah. Karena jika niat kita salah maka bacakan yg kita baca tidak terlalu berefek pada  kesembuhan Pasien.

8) Ketika meruqyah dengan bukan mahrom hendaknya jangan sekali kali "melihat" pasien (yg di maksud melihat disini adalah an nadzru bis syahwat)

9) Jangan menggunakan metode "Kekerasan" dalam meruqyah, karena Sebaik baiknya Jin ia pasti menyimpan dendam. Di kwatirkan setelah di ruqyah nanti Jin akan mengajak bala tentaranya menyakiti pasien, disisi lain peruqyahnya sudah tdk bersama pasien, hingga pasienpun semakin parah sakit setelah di ruqyah. ( Ini terjadi pada Ruqyah Versi Salafi, Ruqyah dengan kekerasan, sembelehan, tendangan hingga pukulan )

Semoga Beliau senantiasa diberi kesehatan, agar dapat mengantarkan Umat ini menuju Ridho Allah SWT. Amin Ya Robb.

AAS
Pendiri RAJ (Ruqyah Aswaja Jatim)
Previous Post
Next Post

0 komentar: